Deputi Pengabdian kepada Masyarakat dan Hilirisasi (DPM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Focus Group Discussion (FGD) bersama Pimpinan Cabang Istimewa ‘Aisyiyah (PCIA) Jepang pada Selasa (11/8/2026). Bertempat di Ruang Sidang DRPPS, Lantai 5 Gedung Induk Siti Walidah UMS, forum ini diselenggarakan dalam rangka menjajaki potensi program pengabdian masyarakat dengan menggandeng PCIA Jepang sebagai basis komunitas Muslimah.

Acara dibuka secara resmi oleh Deputi PkM dan Hilirisasi DPM UMS, Prof. Muhtadi. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa secara kelembagaan DPM memegang peran kunci dalam mengidentifikasi mitra strategis untuk skema Pengabdian kepada Masyarakat Kemitraan Internasional (PkM KI). Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa pimpinan di tingkat lembaga, fakultas, hingga program studi memiliki tanggung jawab untuk menindaklanjuti peluang kerjasama ini melalui implementasi program PkM KI yang konkret.
Ketua PCIA Jepang, Kholifatul Arifah, S.Hum., memaparkan gambaran dinamika kehidupan warga Muslim di Jepang. Ia menjelaskan bahwa aktivitas dakwah serta keseharian Muslim di sana menghadapi tantangan yang tidak mudah, mulai dari urusan kemudahan pelaksanaan ibadah shalat, penggunaan jilbab, hingga konsistensi mendapatkan makanan halal.
“Hidup di Jepang sebagai seorang muslim berhadapan dengan tantangan pada menjalankan kehidupan Islami. Terbatasnya makanan halal, budaya orang Jepang yang homogen, termasuk pendidikan Islami pada anak,” ungkap Arifah.
Menanggapi kondisi tersebut, Kasubdit Pengabdian kepada Masyarakat UMS, Agus Triyono, menyatakan bahwa UMS bertekad memfasilitasi perluasan jaringan mitra, baik di internal maupun di luar struktur PCIM/PCIA. Hal ini dimaksudkan agar dampak pengabdian serta syiar dakwah Muhammadiyah dapat dirasakan oleh masyarakat secara lebih luas di kancah internasional.
Agus mengungkapkan bahwa saat ini sudah ada sejumlah lembaga lokal yang masuk dalam radar kemitraan. “Terdapat 5 mitra strategis yang terfollow-up untuk jalinan Kerjasama yakni PCIM/PCIA Jepang Ainul Yaqeen Foundations, PCINU Jepang, Japan Dakwah Center, RUUMUICHI (Rumah Umat Muslim Indonesia Chiba),” terang Agus.
Penyelenggaraan FGD ini turut mendapat apresiasi positif dari jajaran pimpinan fakultas. Dekan Fakultas Psikologi UMS, Lisnawati Ruhaena, menyambut baik inisiatif strategis ini. Ia berharap keberlanjutan program PkM KI ini dapat terimplementasi dengan optimal di lapangan, sehingga mampu memberikan kontribusi dan dukungan nyata bagi perkembangan masyarakat Islam di Jepang.